Tuesday, October 16, 2012

Menurutku. HANYA Menurutku!

Sebegitu berharganya hati ibuku, berujung tetap di bilang sampah olehmu. Terima kasih untukmu.
Begitu pula dengan ayahku - ia memang orang yg sangat emosional, terkadang banyak hal-hal absurd terlontar dari benaknya bahkan lidahnya. Aku yakin beberapa orang tidak dapat menerima akan hal itu. Mungkin diantaranya kamu. Terkadang termasuk aku. Tapi menurutku, terima lah walau hanya sedikit. Anggap saja ayahku "mengemis-ngemis" perhatianmu. Tentu saja perhatianmu itu bukan untuk kami, melainkan orang tua ringkihmu sendiri. 1 lg - ayahku juga sangat hobi mengatur ini dan itu di tempatmu. Untuk tahu saja, tak ada yang ia cari & tak ada yang ingin ia kuasai! Ia hanya ingin menbahagiakan orang tua ringkihmu. Dan itu pula yang mungkin tak kamu terima. Maafkan.

Ternyata ga semua orang yang terlihat pintar, memang benar-benar pintar adanya. Tolong di asah
sedikit otakmu. Paling engga berfungsi - untuk dapat menyuruh dirimu bebenah hati biar lebih terang. Kita memang belum pernah berbuat banyak untuk keluargamu (menurut mu). Apa yg sudah kita beri, tak sepantasnya kita umbar untukmu. Tapi setidaknya kita peduli sama orang tua ringkih disana - ibu kandungmu.

Ibuku seorang pekerja keras yg setiap hari harus keluar pintu rumah ini dari pagi dan kembali dengan peluhnya saat malam - setiap hari. Dia hanya butuh 1 hari untuk dirinya sendiri dan kami. Maka karena itu dia menyerah untuk berpeluh kembali dengan keadaan orang tua ringkihmu.

Dia ingin 1 hari itu pula dapat di isi denganmu - anaknya yang di kandung orang tua ringkih itu berbulan- bulan. Ya hanya itu mau ibuku. Siapa yang tidak mengernyitkan dahi & mengelus dada saat mendengar jeritan menahan sakit - orang tua ringkihmu? Hanya pribadi yg berhati gelap yg tak peduli! Yah itu tetap menurutku.

Ohya menurutku harta sangat bisa di cari! Tapi sepertinya perhatian, kasih sayang, cinta kasih & belaian lembut sangat susah diberikan olehmu. Terutama untuk orang tua ringkihmu disana.

1 hal yang terus menerus berlarian di benakku - sebagai penjunjung tinggi IBU, mengapa sikapmu
seolah tak peduli terhadap semua pengorbanan ibumu. GELAR yang tertera di atas namamu tak lepas
hubungannya dengan ibumu, & kamu melupakan itu.

Seluruh cacian, hinaan, makian, fitnah, sirik dan apapun itu - bagaikan alunan senandung merdu yang menyentak-nyentakan hati kami untuk tetap bersemangat dalam bersabar & bersyukur kpd Allah. Dan serupa dengan pribahasa - semua perjalanan kami menuju puncak, tentu ada secuil kerikil yang menghalangi.

Sebagai seseorang anak yang sok tau (dari pada ga tau). semua ini hanya menurutku, hasil pemikiran ku, dan keadaan disekitarku - tak ada 1pun orang yang mempengaruhi tulisan ini. Dan tidak sepenuhnya salahmu. :)

Saling memaafkan sangat indah. Berfikir positif itu penting. Tanggung jawab tentu "berkelas". Mengakui kesalahan merupakan identitas diri. Dan peduli sebuah tanda memiliki hati. :)

No comments :

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...